Selamat datang bagi para pembaca di blog saya. Kali
ini saya akan membagikan rangkuman materi yang telah saya buat pada Statistika
Dasar. Langsung saja kita masuk pada materinya.
Statistika Dasar merupakan materi pelajaran yang umum
ditemukan pada perguruan tinggi. Materi ini biasanya diberikan pada semester ke
dua perkuliahan mashasiswa untuk S1. Pada umumnya materi ini cukup menjadi
momok bagi banyak mahasiswa karena tingkat kesulitannya yang cukup tinggi.
Materi dalam statistika dasar ini meliputi : Pengetahuan Dasar Statistika,
Penyajian Data dalam Bentuk Tabel, Penyajian Data dalam Bentuk Diagram, Ukuran
Pemusatan, Ukuran Lokasi dan Dispersi, Ukuran Kemiringan dan Keruncingan, Kurva
Normal dan Penggunaannya, dan Distribusi Sampling.
A.
Istilah-Istilah Umum
Sebelum
mulai mempelajari mengenai ilmu ini, ada baiknya untuk memahami beberapa
istilah-istilah dasar yang terdapat dalam ilmu statistika. Berikut merupakan
definisi sederhana dari beberapa istilah-istilah statistika yang umum digunakan
:
Statistika adalah kumpulan metoda yang digunakan untuk
merencanakan eksperimen, mengambil data, dan kemudian menyusun, meringkas,
menyajikan, menganalisa, menginterpretasikan dan mengambil kesimpulan yang
didasarkan pada data tersebut.
Data adalah hasil observasi atau pengamatan yang telah
dikumpulan. Data dapat berupa hasil pengukuran; misalnya data tinggi dan berat
badan, hasil pengelompokan; misalnya jenis kelamin, hasil jawaban responden terhadap
suatu quesioner; misalnya tingkat kepuasan.
Populasi adalah koleksi lengkap semua elemen yang akan diselidiki. Suatu koleksi dikatakan lengkap jika ia
memuat semua subjek yang akan diselidiki.
Sensus adalah koleksi data dari semua anggota dalam populasi.
Sampel adalah sebagian koleksi anggota yang dipilih dari populasi.
Statistika Deskriptif adalah statistika yang berkaitan dengan analisis dan deskripsi suatu grup sebagai populasinya, tanpa melakukan penarikan kesimpulan apapun untuk komunitas yang lebih luas dari grup tersebut.
Statistika Inferensi adalah statistika yang mencoba untuk membuat suatu deduksi atau kesimpulan pada populasi dengan menggunakan sampel dari populasi tersebut.
Statistika Deskriptif adalah statistika yang berkaitan dengan analisis dan deskripsi suatu grup sebagai populasinya, tanpa melakukan penarikan kesimpulan apapun untuk komunitas yang lebih luas dari grup tersebut.
Statistika Inferensi adalah statistika yang mencoba untuk membuat suatu deduksi atau kesimpulan pada populasi dengan menggunakan sampel dari populasi tersebut.
Sebagai
contoh untuk memahami beberapa istilah-istilah tersebut :
Suatu
kembaga survey melakukan survey terhadap 5000 mahasiswa di Sleman, Yogyakarta
untuk mengetahui mengenai biaya kebutuhan hidup mahasiswa di Sleman. 5000
mahasiswa tersebut merupakan sampel dari
keseluruhan penduduk di Sleman yang pada Bulan Agustus 2019 menurut Badan Pusat
Statistik (BPS) sebanyak 1,2 juta jiwa. Penduduk di Sleman sebanyak 1,2 juta
jiwa tersebut merupakan populasi.
B.
Tipe-Tipe Data
Untuk membedakan antara data
sampel dengan data populasi pada umumnya digunakan istilah statistik dan parameter.
Statistik merupakan ukuran numerik
yang menggambarkan karakter suatu sampel.
Parameter yaitu suatu ukuran numerik yang menggambarkan karakter suatu
populasi. Sebagai contoh yaitu :
20% mahasiswa di Sleman
memiliki kebutuhan hidup sebesar Rp. 1.200.000 per bulannya. Angka 20% tersebut
merupakan parameter karena diperoleh
dari total populasi sebanyak 100%
Berdasarkan hasil survey terhadap 40 mahasiswa di Sleman diperoleh bahwa rata-rata mahasiswa di Sleman
mengambil 21 SKS. Angka 21 tersebut merupakan statistik karena nilai tersebut diberikan oleh sampel yang terdiri
dari 40 mahasiswa.
Selain data yang berbentuk
angka juga terdapat data dalam bentuk kategori yaitu :
Data Kuantitatif merupakan
data yang menggambarkan hasil perhitungan atau pengukuran. Sebagai contoh yaitu
: tinggi badan, nilai hasil studi, besar penghasilan.
Data Kualitatif / Data Kategori merupakan data yang dapat dipisahkan dalam beberapa kategori
atau kelompok yang dibedakan oleh karakter yang bukan numerik. Sebagai contoh
yaitu : Jenis kelamin, profesi, rasa.
Jenis data yang berikutnya
yaitu data yang dibedakan berdasarkan atas diskrit dan kontinyuitas suatu data.
Data Diskrit merupakan
data yang banyak kemungkinannya berhingga. Sebagai contoh yaitu jam kerja
seseorang dalam satu hari dimana peluangnya hanya antara 1-24.
Data Kontinyu merupakan
data yang banyak kemungkinannya tidak berhingga. Sebagai contoh yaitu
temperatur udara di berbagai tempat dimana peluangnya yaitu semua nilai yang ada pada interval
misalnya -30℃ - 50℃.
Untuk postingan kali ini
mungkin cukup sampai disini terlebih dahulu dan akan saya lanjutkan pada
postingan berikutnya. Semoga dapat membantu teman-teman pembaca semuanya.
Apabila ada kesempatan dan orang yang membutuhkan maka akan saya buatkan dalam
bentuk PowerPoint sehingga akan lebih mudah untuk dicerna.
Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar